Kepada Mimel

Maaf, aku tahu ini salah.

Aku nggak akan cari alasan buat bikin ini terdengar lebih ringan dari yang sebenarnya. Aku chat cewek lain, dan itu keputusan aku, bukan kesalahan yang kebetulan kejadian begitu aja.

Aku juga nggak mau pura-pura itu hal kecil cuma biar kamu lebih gampang maafin aku. Itu nggak adil buat kamu. Kamu berhak tahu itu salah, sesederhana itu, tanpa aku bungkus jadi terdengar lebih masuk akal.

Aku ngerti kalau ini bikin kamu ragu — bukan cuma sama kejadiannya, tapi sama semua hal yang kamu percaya soal aku selama ini. Rasa aman yang biasanya kamu punya pas sama aku, mungkin sekarang jadi pertanyaan. Dan itu wajar. Kamu berhak marah, berhak kecewa, dan berhak nanya sejauh apa ini terjadi tanpa aku defensif atau nyalahin balik.

Aku juga sadar, minta maaf doang nggak cukup buat nutup itu. Kata-kata gampang diucapin, tapi kepercayaan itu dibangun dari hal-hal kecil yang konsisten, bukan dari satu permintaan maaf yang panjang kayak ini.

Yang bisa aku janjiin bukan kata-kata manis, tapi perubahan yang keliatan — soal gimana aku jaga batasan, gimana aku lebih terbuka soal apa yang aku lakuin, dan gimana aku nggak lagi bikin kamu harus nebak-nebak. Aku tahu itu butuh waktu buat kebuktian, bukan cuma diomongin sekali ini.

Kalau kamu masih mau kasih ruang buat aku benerin ini, aku siap, dan aku nggak akan buru-buru minta semuanya balik kayak semula. Kalau kamu butuh waktu sendiri dulu, aku juga bakal ngerti dan nggak akan maksa. Ini soal apa yang kamu butuhin sekarang, bukan soal seberapa cepat aku pengen ini selesai.

Maaf, dari Ipung.

— yang masih pengen jadi orang yang kamu percaya lagi